Kasal Laksamana TNI Ade Supandi
Kasal Laksamana TNI Ade Supandi

MNOL, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi meresmikan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan mengukuhkan Kepala Pushidrosal sebagai Pejabat Tinggi TNI AL Berbintang Dua, di Kantor Pushidrosal, Ancol, Jakarta, (13/9/16).

Pushidrosal yang sebelumnya bernama Dinas Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Dishidrosal) merupakan lembaga dalam jajaran TNI AL yang bertugas membina fungsi hidro-oseanografi bagi penggunanya dalam bentuk peta laut, publikasi nautika dan analisa hidro-oseanografi yang akurat dan terpercaya guna mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran serta peaksanaan tugas operasi dan latihan militer di seluruh perairan NKRI.

“Setelah melalui berbagai kajian secara internal, akhirnya kami memutuskan untuk memperbesar lingkup lembaga hidrografi menjadi Pusat Hidrografi dan Oseonografi yang dipimpin oleh Perwira Tinggi TNI AL Bintang Dua,” terang Kasal di sela-sela peresmian tersebut kepada awak media.

Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1983 itu mengungkapkan bahwa peran Pushidros ke depan semakin penting mengingat visi poros maritim dunia dan tol laut yang dicanangkan oleh presiden memerlukan data hidrografi dan oseanografi yang akurat.

“Tugas pertama Pushidrosal adalah membuat peta laut NKRI ter-update, untuk mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran,” tandasnya.

Masih kata pria asal Cimahi tersebut, TNI AL dalam memperbesar lingkup lembaga hidrografinya juga mendapat dukungan dari International Hydrographic Organization (IHO) yang berkedudukan di Monaco.

“Kemaren rekor ya dalam satu tahun Presiden IHO tiga kali mengunjungi Indonesia, terakhir ketemu saya. Di sini saya melihat bahwa peran lembaga hidrografi kita sangat penting sekali di dunia internasional,” paparnya.

Selanjutnya, Kasal menerangkan soal anggaran di Pushidrosal yang masih mengacu pada pagu anggaran TNI melalui konsep Minimun Essensial Force (MEF), sudah tentu mengalami peningkatan namun tidak seberapa.

“Soal anggaran tentu bertahap, yang pasti saat ini kita punya lembaga hidrografi yan bisa disejajarkan oleh negara-negara lain. Kalau kita lihat di Amerika, lembaga hidrografinya itu dipimpin oleh Bintang Tiga, masak kita negara kepulauan hanya Bintang Satu,” selorohnya.

Dalam operasionalnya ke depan, Pushidrosal juga akan bekerja sama dengan instansi yang memiliki fungsi hidrografi seperti Kemenko Maritim, KKP, Bappenas dan Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan hidrografi dan oseanografi.

“Baru-baru ini melakukan penelitian bersama di Selat Sunda dengan Kemenko Maritim,” tambahnya.

Untuk alutsistanya sendiri, saat ini Pushidrosal tengah menunggu kedatangan dua kapal survey canggih guna mendukung optimalisasi tugasnya. Saat ini Pushidros sendiri telah memiliki 9 kapal survei yang sebagian sudah berusia tua.

Sejarah Lembaga Hidrografi TNI AL berawal dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1951 tanggal 31 Maret 1951 dan Keppres No 164 tahun 1960. Melalui dasar hukum tersebut, pemerintah juga menetapkan Dishidros sebagai wakil negara Indonesia di IHO. (Tan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Twitter Instagram Linkedin Youtube