MNOL, Jakarta – Halal Logistic and Cold Storage (HLC) IPC Logistic Services/PT Multi Terminal Indonesia (MTI) berhasil meraih pasar perdana dengan melakukan kerjasama dengan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk penyimpanan daging impor asal India. Diharapkan keberadaan HLC di pelabuhan Tanjung Priok ikut berpartisipasi dirantai logistik nasional khususnya di sektor ketahanan pangan. Hal itu dijelaskan Direktur Utama MTI Tony Hajar Andenoworih kepada Maritimnews di gudang HLC Tanjung Priok, Selasa (10/1).

Sebanyak 392 ton daging impor beku pada hari Selasa (10/1) mulai masuk ke gudang Halal Logistic & Cold storage MTI. Jumlah tersebut adalah bagian dari daging impor beku dari negara India berlabel Halal milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) yang disimpan di gudang berpendingin HLC di Jalan Sulawesi No. 1 (pos 9) pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Tony Hajar didampingi General Manager HLC Sucahyo mengatakan, bahwa kapasitas gudang HLC mampu menampung daging/ikan beku mencapai 2.000 ton, sedangkan daging beku impor milik Perum Bulog merupakan komoditi perdana yang masuk ke fasilitas  Cold Storage milik unit usaha  IPC Logistic Services/PT Multi Terminal Indonesia (MTI).

Selain Bulog, PT Perikanan Nusantara (Prinus) dan sejumlah perusahaan lainnya juga telah menandatangani kerjasama (MoU) dengan HLC IPC Logistic. “Unit Halal Logistic and Cold Storage yang meliputi kegiatan penanganan barang, penyimpanan, dan distribusi produk Halal berkeyakinan dapat mendukung logistik nasional khususnya di sektor ketahanan pangan,” ujar Tony.

Lelaki yang telah 20 tahun malang melintang didunia pelabuhan ini menambahkan, bahwa jumlah daging beku yang disimpan HLC MTI pada tahap awal memang baru 392 ton dari rencana 840 ton. “Jumlah 840 ton merupakan tahap awal, selanjutnya bakal mencapai 2.000 ton yang akan memenuhi kapasitas cold storage kami,” pungkasnya.(Bayu/MN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Twitter Instagram Linkedin Youtube