
MN, Jakarta – Komitmen pasangan Calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta 2017 Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam menolak reklamasi Teluk Jakarta yang digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) semakin memuncak. Rencananya, jelang Pilgub 15 Februari 2017 mendatang, Masyarakat Jakarta akan disuguhkan acara Konser Hati bertajuk Tolak Reklamasi, yang tak pernah ada sebelumnya.
Konser yang bertempat di pinggir pantai Jakarta Utara di perkampungan nelayan itu akan dihadiri oleh ribuan nelayan bersama relawan Anies Sandi dengan menyuguhkan Konser ber-tagline: LAUT BERJAYA NELAYAN BERDAYA REKLAMASI TAK PERLU ADA.
Menurut Produser Jakarta Melayu Festival, Geisz Chalifah, konser ini adalah garis batas antara mereka yang berfihak pada kaum tertindas dengan mereka yang berada di kubu penindas.
Cagub DKI Jakarta Anies Sandi telah berkali kali dengan tegas menyatakan keberfihakan pada kaum tertindas, terpinggirkan, tergusur dan terhinakan.
“Mereka kaum miskin yang tak punya akses hukum begitu lemah dihadapan Penguasa. Oleh sebab itu konser ini menjadi sebuah ekspresi bersama terhadap kekuasaan yang sering kali sewenang wenang,” ujar Geisz.
Selain itu, ratusan perahu nelayan akan konvoi menuju pantai lalu disambut dengan bentangan sepanduk sepanjang seratus meter oleh ribuan relawan Anies Sandi.
Lebih lanjut, Geisz menyatakan dalam konser tersebut juga akan mengangkat lagu-lagu dari budaya Melayu yang bertemakan bahari. Hal itu guna melekatkan antara kebudayaan Melayu dan pesisir yang telah lama menjadi ciri Kota Jakarta sejak masih bernama Sunda Kelapa, Jayakarta hingga Batavia.
“Konser Musik Melayu yang merupakan budaya pesisir, budaya Indonesia menjadi pertunjukkan yang semarak. Ekspresi cinta pada laut, pada alam, pada kemanusiaan, pada Tuhan adalah budaya bangsa yang ternyatakan lewat syair-syair musik Melayu,” bebernya.
Dalam beberapa kesempatan, Pasangan Anies Sandi kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang menolak reklamasi Teluk Jakarta. Praktis, branding ini dapat menarik hati para masyarakat pesisir yang kini hidupnya kian tertindas pasca reklamasi dijalankan. (Tan/MN)
