
MNOL, Bandung – Guna mendorong pertumbuhan dan ekspansi bisnis, meningkatkan akses permodalan, serta memberikan Competitive Advantage, PT Pelabuhan Indonesia II/IPC sedang mengeksplorasi dan mempersiapkan rencana pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Saham Perdana terhadap 3 Anak Perusahaan yakni, PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP), PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) dan PT Jasa Armada Indonesia (JAI).
“Rencananya setidaknya 30% dari jumlah keseluruhan saham yang disetor akan diperdagangkan di Bursa Efek di Indonesia.,” jelas Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya dalam siaran persnya, Jumat (3/2).
Menurut Elvyn, untuk mencapai target-target perusahaan yang ditetapkan dengan paradigma dan platform baru, menjadi sangat penting bagi IPC membangun dan mengembangkan kebiasaan dan budaya kolaboratif dalam teamwork antar unit-unit dan fungsi-fungsi terkait sekaligus menghilangkan silo/sekat-sekat antar unit dan fungsi harmonisasi dan alignment dalam arti luas.
Kerangka pengelolaan anak perusahaan dan cabang, perusahaan telah menetapkan fungsi dan peran Dirbina (Direktur Pembina) yang tujuannya adalah percepatan pengambilan keputusan dan tindak lanjut permasalahan, penyusunan grand design IPC Group, hingga peningkatan peran stakeholder management dan inisiasi pengaturan proses pengadaan.
Dari sisi keuangan, perusahaan terus meningkatkan fungsi-fungsi seperti budget control, financial report dashboard, optimalisasi revenue enhancement dan cost effectiveness sehingga perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 9 triliun (unaudited), EBITDA Rp 3,2 triliun (unaudited) dan total aset Rp 43,7 triliun (unaudited).
Elvyn menegaskan, nantinya IPO akan meningkatkan akses permodalan perusahaan. IPC bakal meraih dana sebesar Rp 4 triliun dari IPO tiga anak usaha tersebut. Dana saham nantinya dipakai mengembangkan bisnis kepelabuhan PT Pelindo II/IPC.(Bayu/MN)
