Keterangan: Asops Kasal Laksda TNI Arie Sadewo kedua dari kiri didampingi oleh Kadishidros Laksma TNI Daryatno membuka penutupan EAHC di Solo. (Foto: Dispenal)
Maritimnews, Solo – Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Ari Sadewo, membuka penutupan forum East Asia Hydrographic Commission (EAHC), di Hotel The Royal Surakarta Heritage, Solo,Rabu (24/2). Dalam pertemuan itu terdapat tiga agenda kegiatan penting, yaitu: Training, Reseach and Development Centre (TRDC) Progress, Malaca and Singapore Strait Electronic Navigatonal Chart (MSS ENC), dan EAHC Steering Committee.
EAHC merupakan organisasi hidrografi di kawasan Asia Timur yang merupakan kepanjangan tangan dan bekerja di bawah naungan International Hydrographic Organization (IHO). Untuk mencapai tujuan tersebut, diadakan beberapa pertemuan, yang salah satunya adalah pertemuan ini yang bertujuan untuk meningkatkan kontribusi masing-masing negara anggota EAHC dalam meraih tujuan organisasi di lingkungan EAHC.
Selain itu pertemuan ini juga untuk meningkatkan kerja sama dalam bentuk transfer ilmu pengetahuan dan teknologi berupa pelatihan dan kerjasama strategis lain di bidang hidrografi.
Hadir dalam kegiatan EAHC di Solo ini para delegasi dari 13 Negara di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, China, Vietnam, Korea Selatan, Brunei Darussalam dan Jepang, serta Indonesia yang bertindak selaku tuan rumah.
Sesi pertama diselenggarakan pada tanggal 22-23 Februari 2016, membahas program dan progress TRDC. Pertemuan itu khusus membahas perkembangan pelatihan dan transfer of technology serta kebijakan di bidang pelatihan dan peningkatan pembangunan kapasitas SDM pada masing-masing Negara anggota EAHC di bidang hidrografi.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Chairman of TRDC Board of Director (BoD) EAHC Mr. Jamie Chen dari Singapura di Hotel The Royal Surakarta Heritage, Solo. Senin (22/2). Selanjutnya diteruskan oleh Opening Remark yang disampaikan oleh Kepala Dinas Hidro-Oseanografi TNI AL (Kadishidros) Laksamana Pertama TNI Daryanto.
Pada hari pertama dilaksanakan paparan oleh masing-masing negara peserta. Delegasi Indonesia mendapat kesempatan pertama, yang memaparkan tentang Seabed Classiffication and MBES Survey. Presentasi itu dipaparkan oleh Kolonel Laut (P) Dyan Primana Sobarudin. Kemudian dilanjutkan oleh delegasi Jepang dengan membahas Tsunami Inundation Mapping Workshop dan delegasi China yang membahas Maritime Spatial Database Infrastructur (MSDI),
Selanjutnya diteruskan dengan pemaparan delegasi Korsel yang membahas Capacity Building Programme dan ditutup dengan Syllabus Module for TALOS for HS oleh delegasi Malaysia.
Sesi kedua diselenggarakan pada tanggal 23 Februari 2016. Sesi itu telah membahas tentang Malaca and Singapore Strait Electronic Navigatonal Chart (MSS ENC). Pertemuan ini akan membahas progress pemetaan MSS fase pertama yang telah berjalan sejak tahun 2015 dan rencana pelaksanaan pada fase kedua antara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Jepang. (AN)
