
MNOL, Jakarta – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Latihan Kesiapsiagaan Koarmabar tahun 2016 dengan skenario pembebasan sebuah kapal yang telah dirompak oleh orang tidak dikenal (OTK) bersenjata di perairan Belawan, Sumatera Utara. Latihan dihadiri langsung Dankodiklat TNI Mayor Jenderal TNI Dedi Kusnadi Thamim bertindak selaku Direktur Latihan didampingi Pangarmabar Laksamana Muda TNI A. Taufiq. R., di Gedung Yos Sudarso, Markas Komando (Mako) Koarmabar, jalan Gunung Sahari No, 67 Jakarta Pusat, Senin (9/5).
Dalam Latihan Tingkat Mako (Latposko) ini dilaksanakan kegiatan dari mulai penerimaan Direktif untuk membebaskan sandera atau awak kapal yang dirompak sampai dengan tingkat pengambilan keputusan untuk melaksanakan operasi cara bertindak dalam pembebasan kapal tersebut. Dimana dalam penentuan cara bertindak didahului dengan adanya analisa baik dari staf intelijen, staf operasi, staf logistik dan staf personel. Kegiatan Latposko kesiapsiagaan ini diperankan langsung oleh para Pejabat Utama Koarmabar.
Hasil dari cara bertindak terpilih ini akan diaplikasikan dalam latihan manuvera lapangan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2016 di perairan Belawan, Sumatera Utara. Sebelum pelaksanaan manuvera lapangan terlebih dahulu dilaksanakan Tactical Floor Game (TFG) guna mematangkan taktik dalam operasi tersebut.
Dalam latihan kesiapsiagaan ini, Koarmabar mengerahkan unsur-unsur antara lain, 2 kapal jenis PK (Perusak Kawal) kelas Parchim, 2 kapal jenis Kapal Cepat Rudal (KCR), 1 Pesud dan 2 helly serta 3 Kapal Angkatan Laut (KAL) dan 2 tim Pasukan Katak. Selain itu didukung oleh personel Lantamal I Belawan, Tim Kesehatan dan Tim Hukum. (TAN)
