
MNOL, Jakarta – Kementerian Perhubungan RI baru-baru ini merilis Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu 2016 baik darat, laut maupun udara. Tujuan dari penetapan rencana tersebut ialah untuk mencapai hasil yang lebih baik dari Lebaran tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Humas Kemenhub, Dasar pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016 ini dilandasi dari Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2004 tentang Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu, di mana Menteri Perhubungan selaku koordinator penyelenggaraan Angkutan Lebaran. Kemudian diperjelas dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP.322 Tahun 2016 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2016 (1437 H).
Beberapa upaya persiapan yang telah dilaksanakan antara lain, Pengecekan kesiapan prasarana dan jalur mudik Lebaran, Pengecekan kesiapan sarana angkutan Lebaran, Rapat persiapan di lingkungan Kemenhub, Rapat lintas sektor dengan Kementerian PU-PERA, Polri, Pengelola Jalan Tol, dan Dinas Perhubungan setempat, Penyusunan Rencana Operasi Angkutan Lebaran Terpadu, Penyusunan SK Tim Koordinasi Angkutan Lebaran Terpadu Tingkat Nasional; dan Sosialisasi Mudik Gratis bagi pengguna sepeda motor.
Jumlah sarana angkut yang siap digunakan untuk Angkutan Lebaran Tahun 2016, yaitu Moda jalan, disiapkan 46.478 bus (AKAP, AKDP, Pariwisata) naik 1.607 bus dari tahun 2015; Moda penyeberangan, disiapkan 195 Kapal Ro-ro naik 8 kapal dari tahun 2015; Moda laut, disiapkan 1.273 kapal naik 11 kapal dari tahun 2015; Moda udara, disiapkan 529 pesawat naik 59 pesawat dari tahun 2015; dan Moda kereta api, disiapkan 334 KA reguler dan 38 KA tambahan, sehingga total 372 KA naik 2 KA dari tahun 2015.
Selanjutnya soal sarana dan prasarana, Kemenhuh tengah mempersiapkan terminal angkutan jalan yang dipantau sebanyak 48 terminal di 14 provinsi; Pelabuhan penyeberangan yang dipantau sebanyak 14 pelabuhan pada 7 lintas utama angkutan penyeberangan; Pelabuhan laut yang dipantau sebanyak 52 pelabuhan; Bandar udara yang dipantau sebanyak 35 bandara; dan Wilayah operasi kereta api pada 9 DAOP di Pulau Jawa dan 4 DIVRE di Pulau Sumatera.
Optimalisasi Transportasi Laut
Dalam optimalisasi transprtasi laut, Kemenhub tengah mengoptimalkan pengoperasian kapal perintis untuk mendukung Angkutan Lebaran. Selain itu di tahun ini mulai menerapkan kapasitas angkut penumpang berdasarkan aspek teknis kapal dan aspek keselamatan sesuai peraturan yang berlaku.
Kemudian, Kemenhub juga menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Angkutan Laut Lebaran untuk kebutuhan pemantauan dan pelaporan secara aktual. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan para pengawas di pelabuhan atau syahbandar guna memperkecil risiko kecelakaan.
Soal teknologi informasi menjadi keunggulan tersendiri bagi Operasi Angkutan Laut Terpadu Lebaran kali ini. Di antaranya mengenai uji petik dalam rangka audit manajemen keselamatan pada kapal penumpang, kapal penyeberangan serta kapal ro-ro penumpang. Dan upaya menginformasikan penjualan tiket lebih awal dan pengawasan intensif terhadap jumlah tiket agar tidak melebihi kapasitas. (Tan)
