
MNOL, Jakarta – Tibanya tim Ekspedisi Spirit of Majapahit di tanah air mendapat sambutan yang meriah dari Kemenko Maritim selaku penyelenggara program tersebut. Deputi IV bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya maritim Kemenko Maritim, Safri Burhanuddin siang ini menerima para paserta Ekspedisi Spirit of Majapahit di Gedung BPPT I, Jakarta, (12/8/16).
Tim yang terdiri dari Muhammad Amin Azis selaku nahkoda kapal dan para kru di antaranya Sugiyono, Syahrir, Andi Irham, Wahab, Andi Rahman, Muhammad Affan, Afif Ismunandar, Najib Hasanul Arifin, dan Sumitro diberikan penghargaan khusus dari Kemenko Maritim.
“Para Tim Ekspedisi Spirit of Majapahit ini sudah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia internasional. Terombang-ambing di lautan dengan menempuh rute Jakarta – Pontianak – Brunei Darussalam – Manila – Jepang selama sebulan lebih patut kita berikan apresiasi,” ujar Safri Burhanuddin.
Lebih lanjut, pria asal Makassar ini menuturkan replika Kapal Majapahit itu kemudian dijadikan monumen di Okinawa, Jepang sebagai simbol persahabatan dua kerajaan dahulu di abad 13.
“Bagi ada saudara-saudara yang nanti berkunjung ke Jepang bisa lihat kapal itu terpampang menjadi monumen. Kita sudah membuktikan bahwa sejarah yang tertulis mengenai tangguhnya armada Majapahit dalam mengarungi samudera adalah benar,” tambahnya.
Selanjutnya, Safri membeberkan bahwa ekspedisi ini tidak lain ialah dalam rangka membangun budaya maritim bangsa Indonesia. Di mana salah satunya melalui napak tilas perjalanan sejarah.
“Sesuai catatan sejarah, pada abad 13 kapal Majapahit melakukan beberapa kali pelayaran ke Okinawa dan beberapa daerah lainnya di Jepang untuk menjalin kerja sama,” ungkapnya.
Bentuk kerja sama itu juga dibuktikan dengan penemuan keris di Okinawa dan keramik Imori di Trowulan, Jawa Timur yang merupakan situs pusat pemerintahan Majapahit berada.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pencinta Majapahit, Sumarwoto yang turut mendampingi Deputi IV Kemenko Maritim Safri Burhanuddin dan Sesmenko Maritim Asep D Muhammad, menyatakan bahwa kunjungan Tim Ekpedisi Spirit of Majapahit selain menyerahkan replika Kapal Majapahit juga diadakan pertukaran kebudayaan antara kedua negara.
“Kita juga melakukan pameran keris, katana, dan samurai yang merupakan senjata khas Jepang. Hal ini akan semakin menguatkan hubungan kedua negara hingga saat ini,” kata Sumarwoto.
Program Ekspedisi Spirit of Majapahit ini juga tidak terlepas dari dukungan Keduataan Besar kedua negara. Di Jepang, kemudian akan dibangun museum baru tentang Majapahit sebagai bentuk apresiasi warga Jepang terhadap kebesaran Majapahit di abad-13. (Tan)
