Menteri Susi di Natuna
Menteri Susi di Natuna

MNOL, Jakarta – Ada yang berbeda dalam perayaan peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-71 di Kabupaten Natuna kali ini. Pasalnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut hadir sebagai tamu kehormatan dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-71 di salah satu beranda terdepan NKRI tersebut pada (17/8) lalu.

Upacara dilaksanakan di Lapangan Pantai Kencana, Ranai, dan bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal. Dengan penuh hikmat, Susi mengikuti upacara yang juga dihadiri oleh para pejabat KKP, jajaran Muspida dan SKPD Natuna.

Di sela-sela perayaan itu, Susi menyatakan bahwa Pemerintahan Jokowi sudah mencanangkan dengan visi dan misi menjadikan Indonesia jadi poros maritim dunia. Poros itu adalah sentral adalah titik pusat.

“Kita tidak menjadi bagian dari apapun tapi menjadi titik pusat itu sendiri. Ambisi yang luar biasa dan ambisi yang sangat betul,” ungkap Susi.

Oleh karena itu menurutnya Natuna titik spot yang luar biasa penting. “Membangun Indonesia bukan membangun Jawa saja. Jalan Bunguran ke Selat Lampa jauh lebih bagus dari jalan di Pangandaran yang saya punya. Saya salut dengan pembangunan yang terjadi terutama infrastruktur jalan,” tambahnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri membangun 15 pulau terluar. Natuna sudah digulirkan dari tahun pertama Susi menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Bukan cuma potensi perikanan, tetapi juga titik potensi Indonesia untuk menjadikan negara ini poros maritim dunia pasti melewati Perairan Natuna,” bebernya.

Hal itu agar Indonesia dihormati negara tetangga kita, harus diwujudkan melalui pembangunan. Tidak bisa hanya bilang ini tanah kita, teritorial kita, lalu kita biarkan siapa saja yang masuk menjarah kita. Tentu tidak seperti itu,” tegasnya.

Masih kata Susi, sumber perikanan ini harus terjaga dengan baik. Kita semua bekerja sama sama. Masa depan bangsa bukan cuma kita saja tetapi untuk anak cucu kita.

“Kita tidak boleh habiskan laut untuk generasi kita. Pengelolalaan harus penuh tanggung jawab dan penuh kepedulian tidak boleh dihabiskan. Semakin kita melindungi laut, semakin banyak ikan kita,” imbuhnya.

Ratusan masyarakat terlihat memadati areal lapangan untuk menyaksikan atraksi marching band usai upacara dilangsungkan. Pada kesempatan yang sama, Susi pun menyapa langsung masyarakat Natuna yang kemudian berebut bersalaman dan berfoto bersama dirinya.

Keesokan harinya, pemerintah tenggelamkan 60 Kapal Illegal Fishing di Natuna. Pemerintah melalui KKP bersama instansi terkait yakni TNI AL, Polri, Bakamla dan Kejaksaan Agung telah menenggelamkan 60 kapal pelaku penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

Dalam momentum tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara langsung juga menerima laporan pelaksanaan penenggelaman tersebut dari Tim Satgas 115 saat meresmikan Pusat Kendali Operasi (Pusdalop) di Pangkalan TNI AL Ranai, Kabupaten Natuna, yang kemudian dilanjutkan kegiatan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan detention center di areal Lanal Ranai.

Senada dengan Menteri Susi, Pamen TNI AL penulis buku “ Ketahanan Pangan Dari Laut: Sea Power Perspektif. My Fish My Life”, Letkol Laut (P) Salim menerangkan bahwa laut tidak lagi dijadikan pusat kehidupan sehingga pengelolaan laut terbengkalai.

“Dalam rangka meluruskan kesadaran untuk anak cucu kita, kita harus mengolah perikanan kita dengan baik. Jangan sampai anak cucu kita malah mengonsumsi ikan sampahan sementara ikan-ikan yang berkualitas hanya bisa dikonsumsi oleh bangsa lain,” tandas Salim.

Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1995 ini mengutip pernyataan sejarawan AB Lapian, mengungkapkan Indonesia bukan pulau yang dikelilingi laut tetapi laut yang ditaburi kepulauan. Itulah arti Archipelagic State yang sebenarnya.

Mengenai kekayaan laut Indonesia yang saat ini cenderung belum diolah, Salim menjelaskan kekayaan laut kita yang mencapai Rp81.000 trilyun merupakan My Sea My Life.

‘Siapakan besok yang akan diseahi mengelola potensi laut kita itu? Jangan sampai itu tergadai kepada asing,” pungkasnya. (Tan)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Twitter Instagram Linkedin Youtube