
MNOL, Gresik- Panel Kontrol yang dipakai di Tanjung Pelepas, Johor-Malaysia ialah produksi PT PBI Materials Handling Indonesia, bekerjasama dengan PT Barata Indonesia, yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Direktur Utama PT PBI, Oman Wibisono menjelaskan, Panel Kontrol yang dimaksud merupakan produksi anak bangsa Indonesia sendiri. Pasalnya, Panel Kontrol dibuat di Gresik Indonesia.
“Kami membangunnya di Workshop PT Barata Indonesia, di tahun 2016 ini, bahannya sebagian didatangkan dari Jerman,” tutur Oman Wibisono di Gresik, Jawa Timur.
Didampingi Proyek Manager PT PBI Mulyadi, dijelaskan lebih jauh bahwa Panel Kontrol yang dimaksud adalah PLC atau Programable Logic Control. “Alat ini (Panel Kontrol) merupakan otaknya Crane Container (CC),” kata Oman.
Jadi, Panel Kontrol yang diproduksi di Indonesia dan dipakai di Tanjung Pelepas sangat mendukung kegiatan Bongkar Muat (B/M) petikemas di pelabuhan, dengan digantinya Panel Kontrol lama dengan yang baru akan meningkatkan kinerja alat dan mengurangi “down time” alat.
Di tahun 2016, ungkap Oman Wibisono, Pelabuhan Tanjung Pelepas di Johor-Malaysia, memesan sebanyak 7 (tujuh) set Panel Kontrol, yang akan mendukung kegiatan bongkar muat petikemas di 7 unit CC.
“Pada tahap pertama sebanyak 1.5 set Panel Kontrol sudah kami kirim ke Port of Tanjung Pelepas pada 24 September 2016. Tahap kedua akan dikirim sebanyak 1 set pada 10 Oktober 2016 Kemudian, secara bertahap akan dikirimkan lagi agar genap 7 set sampai dengan akhir Januari 2017,” terangnya.
Dijelaskan lebih jauh oleh Oman Wibisono, bahwa untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa kepelabuhanan, PT PBI telah mempekerjakan sebanyak 35 orang, terdiri dari 28 orang elekrisian dan mekanik sebanyak 7 orang.
Sementara itu, seorang pemerhati kepelabuhan bernama Harry Abdullah menyatakan rasa simpatinya pada PT PBI. “Mudah-mudahan mereka yang bergerak di pelabuhan di Indonesia, tergugah hatinya dan mau pula memakai hasil produksi bangsa Indonesia ini,” katanya. (Bayu/MN)
