Pembaharuan Peta Tempur, Syarat Mutlak Keberhasilan Operasi Tempur

Keterangan: Melihat Peta Tempur dengan seksama, Letkol Laut (P) Salim membahas pemutakhiran peta tempur bersama 3 matra di mabes TNI. 24/2/16. (Foto: DokPribadi)

 

Maritimnews, Jakarta – Pembuatan peta tempur gabungan untuk menunjang keperluan pertahanan NKRI yang dilakukan oleh tiga matra (TNI AD, AL dan AU) tengah dibahas di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta (24/2/16). Dengan adanya eskalasi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang semakin meningkat maka peta tempur paling mutakhir itu mutlak dibutuhkan agar fungsi TNI sebagai komponen utama pertahanan negara terpenuhi.

Staf Asops Panglima TNI, Letkol Laut (P) Salim yang turut dalam pembahasan itu menyampaikan bahwa peta tempur merupakan kebutuhan utama dalam terpenuhinya operasi tempur yang dilakukan oleh TNI.

“Tujuannya tidak lain adalah untuk terbaruinya piranti lunak pembuatan peta tempur gabungan guna mendukung operasi tempur TNI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lulusan AAL tahun 1995 itu menjelaskan dengan latar belakang tugas TNI yang dihadapkan pada operasi dan latihan, maka memerlukan informasi spasial, di antaranya peta dan foto udara/citra satelit.

Masih kata Pamen TNI AL berpangkat Melati Dua itu, bahwa kegiatan ini memiliki sasaran yaitu agar terpedomaninya pelaksanaan tugas sesuai dengan perkembangan situasi yang berlangsung

“Jangan sampai masing-masing matra saat ini memiliki peta lama, itu bahaya bila terjadi serangan baik dari luar maupun dalam negeri,” tambahnya.

Maka dari itu, diperlukan dan pentingnya  peta tempur untuk seluruh matra  dengan memiliki referensi yang sama, sesuai kaidah TNI dan memiliki data mutakhir serta mudah untuk digunakan. Beberapa peta yang dibahas berdasarkan masing-masing matra ialah Peta Laut yang mencakup Batimetri dan Nautical Chart, Peta Darat yang mencakup Topografi dan Peta Ikhtisar, dan Peta Udara yang mencakup Foto dan Aeronsutical chart.

“ini peta yang telah terbuat dari Cloth Indor Banner/Polyester yang harus diperbarui,” ucapnya sambil menunjuk poin yang ada dalam peta.

Di akhir penyampaiannya, Pamen TNI AL asal Surabaya yang pernah melakukan kursus di beberapa negara itu menyimpulkan dalam keberhasilan operasi bukan hanya didukung oleh SDM saja melainkan teknologi dan beberapa perangkat pendukungnya termasuk peta juga sangat berpengaruh.

“Bagaimana kita mau mencapai poros maritim dunia, wong petanya terutama peta lautnya masih peta lama semua. Makannya ini harus diperbarui agar up to date terhadap segala perubahan yang terjadi,” pungkasnya. (AN)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Twitter Instagram Linkedin Youtube