
MNOL, Jakarta – Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menjadi tuan rumah grand final ajang Pemilihan Putra Putri Maritim Indonesia (P3MI) 2016 yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Ayu Bahari (YDAB) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup, TNI AL, Yayasan Hang Tuah dan Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI).
Acara tersebut dilaksanakan pada 30 November 2016 malam di geladak KRI Surabaya-591 yang sandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta.
Keluar sebagai juara Putra Maritim Indonesia yakni Zihni Ihkamuddin dari Provinsi Jawa Tengah dan Putri Maritim Indonesia yakni Zalika Fajrin dari Provinsi Sumatera Selatan. Berikut daftar lengkap peraih juara dari berbagai kategori
Putra Maritim Indonesia: Zihni Ihkamuddin dari Jateng
Putri Maritim Indonesia: Zalika Fajrin dari Sumsel
Runner Up I Putra Maritim Indonesia: Ahmad Mujadid Rizky Wardana dari DIY
Runner Up I Putri Maritim Indonesia: Ghina Maulia Rahim dari Sumbar
Runner Up II Putra Maritim Indonesia: Reizsa Yoga Setiawan dari Jatim
Runner Up II Putri Maritim Indonesia: Ni Putu Cintya Kriss Jayanthi dari Bali
Putra Maritim Indonesia Favorit: Raditya Wahyu Prihardianto dari Jatim
Putri Maritim Indonesia Favorit: Siti Anisyah dari Sumsel
Putra Maritim Indonesia Persahabatan: Teguh Wahyu Pramana dari Kepri
Putri Maritim Indonesia Persahabatan: Monica Rahayu Widodo dari Jabar
Putra Maritim Indonesia Lingkungan Hidup: Yusup Adrian Jentewo dari Papua Barat
Putri Maritim Indonesia Lingkungan Hidup: Ghina Althafiani dari Banten
Putra Maritim Indonesia Pariwisata Maritim: Fedri Ramadhani dari
Sumbar
Putri Maritim Indonesia Pariwisata Maritim: Devi Sri Hardianti dari Sulteng
Putra Maritim Indonesia Iptek Maritim: Muhammad Soffa Firdaus dari Jabar
Putra Maritim Indonesia Iptek Maritim: Megawanti Dwi Rahayu dari Jabar
Sementara itu Pembina P3MI Laksamana (Purn) Tedjo Edhi Purdijatno, SH di sela-sela acara tersebut menyatakan bahwa Indonesia sebagai negara maritim wajib memberikan kesadaran kepada para generasi muda agar memahami bagaimana membangun, menjaga serta mengelola bangsa dan negara Indonesia dengan visi maritimnya.
“Ya kegiatan ini sesuai dengan program kerja pemerintah Indonesia untuk menanamkan budaya maritim yang merupakan salah satu aspek pembangunan maritim,” ujar mantan Kasal tahun 2008 itu.
Lebih lanjut, Tedjo menerangkan bahwa peserta telah diberikan pelatihan di Markas Batalyon 6 Brigade 2 Marinir Cilandak selama 10 hari untuk dibekali pelatihan karakter, sikap, etika moral, kedisiplinan, nasionalisme, wawasan kebangsaan, public speaking, kepribadian, pengetahuan tentang kemaritiman, entrepreneur bidang maritim, lingkungan hidup, pengelolaan sumberdaya maritim, serta pemahaman tentang visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Soal pembiayaan, mantan Menko Polhukam ini menyebutkan kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri dan sumbangan beberapa donatur swasta non pemerintah/kementerian.
“Saya sangat melarang kepada panitia untuk meminta dana ke kementerian-kementerian. Kita hanya meminta dukungan moril saja dan itu saya buktikan dengan swadaya kita bisa jalan,” tandasnya.
Di akhir penjelasannya lulusan AAL tahun 1975 ini menyatakan para peserta akan diwajibkan membantu program kerja pemerintah untuk mewujudkan visi poros maritim dunia.
“Mereka harus memasyarakatkan visi maritim pemerintah baik di pusat maupun daerah,” pungkasnya.
Mereka semua diharapkan menjadi garda terdepan dalam sosialisasi visi poros maritim dunia melalui berbagai sarana dan kegiatan yang digelar baik pusat maupun daerah.
Sedangkan Deputi IV bidang SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Maritim Safri Burhanuddin yang turut hadir dalam acara itu menyatakan pihaknya sangat mendukung acara ini sebagai penanaman karakter maritim.
“Dalam mewujudkan visi poros maritim kita memerlukan generasi muda yang sadar akan kemaritiman. Event ini menjadi salah satu sarana untuk membentuk karakter itu. Semoga ke depan kegiatan seperti ini terus berlanjut,” jelas Safri.
Dalam acara grand final itu juga dihadiri oleh Putri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita Warouw yang turut menyaksikan kompetensi para finalis soal kemaritiman Indonesia. Selanjutnya bertindak sebagai juri di antaranya Ny Ana Tedjo Edhi, Ny Endah Ade Supandi, Sony Suharso dan perwakilan dari beberapa kementerian.
Para juara akan mendapatkan hadiah dengan total nilai sebesar 150 juta rupiah. Dan rencananya juara P3MI ini akan diberangkatkan ke Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menerima pemasangan mahkota dari Presiden RI, yang bertepatan dengan Hari Nusantara pada 13 Desember 2016 mendatang. (Tan/MN)
