MaritimNews, Jakarta – Peringatan Hari Dharma Samudera 2016 yang berlangsung di KRI Bintuni-520 dengan Inspektur Upacara Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Widodo, S.E. yang dihadiri Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos. dilaksanakan dengan tabur bunga di Perairan Teluk Jakarta, Jumat (15/1). KRI Bintuni 520 merupakan salah satu kapal perang Jenis Angkut Tank yang berada dibawah pembinaan jajaran Kolinlamil.
Begitupun di Markas Komando Lintas Laut Militer ( Kolinlamil ) juga melaksanakan upacara Peringatan Hari Dharma Samudra yang berlangsung di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok Jakarta, bertindak selaku Inspektur Upacara Kaskolinlamil Laksamana TNI Pulung Prambudi. Sedangkan bertindak sebagai Komandan Upacara Letkol Laut (T) Kuswahyudi.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.AP. dalam amanat tertulis yang dibacakan Kaskolinlamil mengatakan bahwa Hari Dharma Samudera pada hakekatnya merupakan bentuk penghormatan, sekaligus untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan laut yang telah gugur sebagai kusuma bangsa dalam pertempuran laut, untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lebih lanjut, Kasal mengatakan sebagai generasi penerus peristiwa tersebut telah memberikan suri tauladan tentang sikap kepahlawan dan patriotisme yang ditujukan oleh para kesatria laut sejati, dengan gagah berani melakukan perlawanan secara heroik, bahkan rela mengorbankan jiwa dan raganya, hingga tenggelam bersama RI macam Tutul dalam menghadapi kapal perang Belanda yang diketahui memiliki kekuatan jauh lebih besar dan memiliki persenjataan modern pada masa itu.
Selanjutnya, Kasal menyatakan salah satu kunci keberhasilan perjuangan para Pahlawan di masa lalu, dan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengawaki TNI Angkatan Laut, adalah sikap kebersamaan, rasa senasib dan seperjuangan, integritas tinggi, bekerja keras tanpa pamrih serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Oleh karena itu, dihadapkan pada tuntutan tugas yang penuh dengan tantangan dan semakin kompleks di masa mendatang, melalui peringatan Hari Dharma Samudera ini, makna yang terpenting adalah mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan dan kepahlawan untuk menjadi kontribusi positif serta karya nyata bagi segenap prajurit matra laut dalam rangka mewujudkan TNI Angkatan Laut yang kuat dan menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia.
48 tahun yang silam, tepatnya tanggal 15 januari 1962 telah terjadi pertempuran di Laut Aru, RI Macan Tutul beserta seluruh ABK , dan Komodor Yos Sudarso selaku Senior Officer Onboard, tertembak kapal perang Belanda dan tenggelam. Mereka merupakan ksatria laut yang gagah berani dan telah berjuang penuh pengorbanan dan gugur ditengah-tengah gemuruh gelombang laut Aru sebagai Pahlawan Kusuma Bangsa.
Turut hadir dalam peringatan Hari Dharma Samudera tersebut, Asisten Logistik Pangkolinlamil, Kadisharkap, Kadismatbek, Kadiskum, Kadispen, Wadan Satlinlamil Jakarta, Para Komandan KRI jajaran Satlinlamil Jakarta dan Perwira menengah Mako dan unsur Kolinlamil.
