
Maritimnews. Sebagai salah satu warisan keajaiban dunia, Pulau Komodo tidak hanya menyuguhkan pemandangan indah nan eksotis. Pulau yang menjadi habitat asli hewan purba Varanus Komodoensis alias Komodo ini juga membawa negeri ini menjadi tujuan wisata turis mancanegara.
Pulau Komodo merupakan pulau yang terletak di Kepulauan Flores, Nusa Tenggara, Indonesia. Pulau ini berada di kawasan Taman Nasional Komodo bersama Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Begitu mendunianya Pulau Komodo yang menjadi situs warisan dunia ini, ratusan kapal pesiar, pinisi dan yacht dari mancanegara berbondong-bondong berlayar memenuhi laut Flores untuk melihat langsung keindahan Pulau komodo yang eksotis.
Di Pulau ini, hewan komodo berkembang dengan baik, hasil sensus terakhir menunjukkan bahwa populasi komodo di pulau ini mencapai 2500 ekor dengan populasi yang terus dijaga.
Awal mula ditemukannya hewan komodo, yakni Letnan Steyn van Hens Broek pada tahun 1910 menerima laporan dari pasukan Belanda yang melaporkan bahwa ada hewan besar menyerupai seekor naga di pulau tersebut. Broek kemudian memburu hewan tersebut dan membawanya ke Museum and Botanical Garden, Bogor untuk diteliti.
Meski tergolong destinasi wisata yang cukup mahal, hal itu tidak menyurutkan keinginan untuk bisa menyaksikan langsung hewan langka Komodo dalam habitat aslinya. Di sini kita bisa melihat komodo yang berjemur di atas pantai, berkubang di pusat air hingga komodo-komodo kecil yang masih tinggal di atas pohon.
Rute Menuju Komodo
Rute yang bisa dilalui untuk sampai di Taman Nasional Komodo yakni dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Dari ujung barat Pulau Flores ini, wisatawan dapat memilih sesuai keinginan dan tentu saja budget yang dimiliki untuk sampai di Pulau Komodo yang dapat ditempuh kurang lebih 2-3 jam dari Pelabuhan Labuan Bajo. Untuk paket wisata 2 hari 1 malam, wisatawan dapat merogoh kocek 3-5 juta tergantung jenis dan fasilitas yang diinginkan.
Sebelum menentukan waktu liburan, wisatawan hendaknya mencari informasi seputar musim (cuaca) yang terjadi di sekitar Pulau Komodo, karena arus (gelombang) ombak yang cukup deras di musim-musim tertentu. Juga, musim kawin komodo yang biasanya terjadi di awal-awal tahun yang menyebabkan komodo tidak keluar dari sarangnya. Bulan Agustus hingga Nopember merupakan waktu yang paling pas untuk berlibur ke Pulau Komodo.
Paket destinasi wisata yang biasanya ditempuh oleh agen-agen wisata, yakni ke Loh Buaya (Pulau Rinca), Pulau Kalong, Loh Liang (Pulau Komodo) dan Pink Beach. Berangkat pada pagi hari dati Labuan Bajo, wisatawan bisa sampai di gerbang Loh Buaya (Pulau Rinca) yang masih dalam kawasan Taman Nasional Komodo, sekitar 2-3 jam perjalanan kapal.
Sebelum sampai di pintu gerbang ‘patung komodo berdiri’, wisatawan akan disambut oleh keindahan Teluk Loh Buaya (Pulau Rinca) dan ramainya turis dari mancanegara yang sudah berhari-hari berlayar menikmati Taman Nasional Komodo.
Di tempat ini wisatawan melakukan registrasi pembelian tiket di loket dengan menuliskan identitasnya. Karcis masuk Taman Nasional Komodo yaitu Rp.2.500/orang, Jasa Pemanduan (guide) Rp.80.000/orang dan retribusi daerah Rp.20.000/orang. Tiket itu berlaku selama tiga hari di seluruh kawasan Taman Nasional Komodo.
Sebelum masuk ke dalam habitat komodo, wisatawan dipersilahkan untuk memilih trek yang akan dilalui yakni Short Treking, Medium Treking dan Long Treking. Short Treking menempuh perjalanan sekitar 30 menit, Medium Treking 1 jam dan Long Treking bisa lebih dari 2 jam perjalanan. Wisatawan juga diwajibkan membawa tongkat berbentuk ‘Y’ (seperti Ketapel) untuk menjaga diri dari serangan komodo apabila tiba-tiba agresif dan mencoba menyerang manusia.
Tidak jauh dari pos awal, wisatawan akan bisa langsung menyaksikan hewan komodo yang sedang berjemur di sekitar rumah warga. Meski kelihatan sangat pemalas, jangan sekali-kali lengah, karena komodo bisa menyerang dengan sangat cepat.
Di sekeliling perjalanan wisatawan akan disuguhkan padang rumput (savana) yang berkontur kasar dan kering, dan dari atas puncaknya kita dapat melihat teluk Loh Buaya yang sangat mengagumkan. Selain komodo, di tempat ini juga terdapat kerbau liar, kuda liar, kera, kalong, bakau (mangroves), terumbu karang, dan aneka jenis burung.
Selepas menikmati teluk dan padang savana di Pulau Rinca (Loh Buaya), wisatawan melanjutkan perjalanan ke Pulau Kalong untuk menikmati matahari terbenam (sunset) dan kelelawar (kalong) yang berterbangan di sekitar Pulau tersebut.
Di tempat ini wisatawan akan menemukan beberapa perahu kecil yang akan mendekati kapal, untuk sekedar menawarkan minuman dan makanan ringan (snack) yang merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Desa Komodo.
Setelah puas menikmati sunset dari atas kapal, wisatawan akan diinapkan di atas kapal di dermaga perkampungan Desa Komodo yang terletak di Pulau Komodo. Selain bisa istirahat di kapal, wisatawan juga bisa memilih alternatif untuk menginap di rumah-rumah warga dan memperhatikan kehidupan masyarakat desa setempat sehari-hari.
Pagi harinya, wisatawan akan diantar menuju Pulau Komodo. Dengan menempuh perjalanan kapal sekitar 15 menit dari Desa Komodo. Setelah registrasi ulang dengan tiket yang sudah dibeli pada hari sebelumnya, wisatawan akan dipersilahkan memilih trek yang akan dilalui dan membawa tongkat Y seperti biasa.
Di Loh Liang (Pulau Komodo) ini wisatawan bisa melihat lebih jelas habitat asli komodo sehari-hari. Water Hole merupakan tempat favorit bagi komodo dan hewan lainnya. Karena kondisi yang sangat kering, petugas setempat harus mengalirkan air dari Desa Komodo yang merupakan hasil penyulingan dari air laut.
Di Pulau Komodo wisatawan juga bisa melihat pemandangan dari atas bukit Pulau Komodo (Sulphure Hills) yang tidak kalah indah dengan yang terdapat di Pulau Rinca (Loh Buaya). Selain itu, kita bisa melihat komodo yang sedang berjemur di laut dan berfoto bersama komodo dengan bantuan pemandu wisata (guide) yang akan membantu mengabadikan momen-momen seru dan menegangkan.
Di Loh Liang (Pulau Komodo) wisatawan juga dapat membeli pernak-pernik dan aksesoris khas pulau komodo, seperti patung kayu komodo, kaos bergambar komodo dan juga mutiara-mutiara laut asli pulau sekitar.
Setelah puas bermain dengan komodo dan belanja aksesoris, saatnya wisatawan memanjakan diri dengan berenang (snorkeling) di Pink Beach. Dengan pasir pantai berwarna merah muda (pink) yang masih dibilang ‘perawan’ bagi wisatawan. Konon hanya ada 7 buah di dunia, salah satunya di Pulau Komodo.
Pasir pink ini berasal dari serpihan koral merah yang bercampur dengan pasir putih pantai yang membuatnya sangat bersih dan indah. Tempat ini merupakan tempat favorit bagi turis-turis mancanegara, karena tempatnya yang indah, nyaman dan tidak terlalu ramai.
Menjelang sore hari, wisatawan sudah harus bersiap kembali ke Labuan Bajo sebelum hari mulai gelap. Keindahan dan eksotisme Pulau Komodo sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, ribuan turis mancanegara setiap tahunnya terus mengunjungi pulau yang sudah tersohor menjadi situs warisan dunia dan kebanggaan masyarakat Indonesia ini.
Selamat mengunjungi dan menikmati pesona wisata bahari pulau yang menjadi kebanggaan Indonesia ini !!!!
Penulis merupakan Traveler yang aktif mengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
