Marsetio ungkap Kepentingan Maritime Domain Awareness bagi Indonesia
Kuliah Umum di STTAL
Kuliah Umum di STTAL

Surabaya- Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio disela-sela kesibukannya sebagai staf ahli di beberapa instansi penting pemerintah dan utusan khusus Indonesia untuk International Maritime Organization (IMO) menyempatkan diri untuk memberikan kuliah umum tentang “Maritime Domain Awareness”   kepada seluruh Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Gedung Pascasarjana, STTAL, Bumimoro, Surabaya, pada hari ini Selasa, (20/9).

Dalam kuliah umumnya, mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) tahun 2012-Januari 2015 Laksamana TNI (Purn) Dr. Marsetio menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dan secara geografis perairannya sebagai salah satu yang terpenting dan strategis di dunia. Namun demikian, potensi yang besar tersebut tentu juga membawa konsekuensi munculnya sejumlah tantangan di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

Oleh sebab itu, lanjutnya, bagi Bangsa Indonesia menjaga kestabilan keamanan maritim khususnya di dalam negeri sangat penting, dan hal itu dapat dimulai dengan pembangunan kesadaran akan lingkungan maritim atau Maritime Domain Awareness (MDA).

Keberadaan perairan Indonesia di satu sisi memiliki dampak positif dari aspek ekonomi, di mana peningkatan aktivitas seaborne trade mampu memicu pertumbuhan ekonomi nasional, regional bahkan global. Sedangkan di sisi lain, yaitu dampak negatif yang dicerminkan dengan masih terjadi dan semakin beragamnya ancaman keamanan maritim di perairan Indonesia dan sekitarnya, seperti sengketa territorial.

Menurutnya, kekuatan Angkatan Laut dapat digunakan sebagai salah satu strategi politik negara, maka dengan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki saat ini, tugas TNI AL sebagai kekuatan pokok TNI matra laut tidak saja sebatas menjaga  kepentingan nasional di laut yurisdiksi nasional saja, namun dituntut untuk mampu juga mengamankan kepentingan nasional Indonesia yang berada di luar wilayah yurisdiksi nasional. Seperti dalam pembebasan MV Sinar Kudus, yang dibajak di perairan Somalia tahun 2011.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Twitter Instagram Linkedin Youtube