Sampah di laut
Sampah di laut

MNOL, Jakarta  – Indonesia yang menempati nomor dua di dunia sebagai negara penghasil sampah laut setelah Tiongkok mengalami kesulitan dalam mengatasi permasalahan tersebut. Memandang hal itu, Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) melalui Sekjennya, Ahlan Zulfakhri menyatakan tidak perlu khawatir terkait itu.

“Kita tidak perlu khawatir dengan masalah sampah di laut karena bagaimana tantangan itu harus kita rubah menjadi potensi yang membawa keuntungan,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ahlan mengaku tengah mengembangkan industri pengelolaan sampah laut dengan membuat waste boat (perahu sampah). Boat yang tengah dirancang itu memiliki ukuran kecil (3 meter), sedang (4-6 meter) dan besaar (8-10 meter).

Selanjutnya Ahlan menyatakan bahwa boat tersebut dapat dikendalikan secara otomatis sehingga tidak memerlukan banyak tenaga. Hanya mengandalkan keselamatan dan keamanan operator yang harus diperhatikan dalam pengoperasian boat ini.

“Ukuran yang terlalu besar untuk kawasan sungai, teluk, dan muara untuk dikendalikan secara manual dan banyak tenaga dalam pengoperasiannya mendorong kami untuk merancang boat ini sedemikian rupa,” ulasnya.

Lebih lanjut lulusan Perkapalan Undip itu menuturkan boat ini akan diuji cobakan mulai dari sungai dan danau terlebih dahulu. Baru kemudian setelah menuai keberhasilan akan diuji cobakan di laut. Hal itu menurutnya, selain agar lebih efisien, juga menjadi solusi alternatif untuk pencegahan banjir akibat luapan sungai.

“Sekarang sudah saatnya kita mencari solusi bukan mencari siapa yang salah dalam kondisi begini. Manajemen dan teknologinya akan terus kita pikirkan,” tandas dia.

Padahal sudah banyak peraturan baik nasional maupun internasional yang berisi tentang pengelolaan sampah di laut. Kemudian, terkait tugas-tugas pemerintah dalam upaya itu juga sudah bertaburan. Namun hanya saja, sambung Ahlan, pengelolaan itu perlu membutuhkan kesadaran dari hal-hal terkecil.

Dengan alat ini, APMI yang merupakan kumpulan anak muda yang bervisi maritim telah menggagas sebuah inovasi dan kreasi guna membersihkan lingkungan sungai dan laut dari sampah. Semuanya itu tetap dilakukan dalam bingkai visi poros maritim dunia.

“terkadang kita lupa ketika bicara poros maritim dunia, tetapi ada masalah besar di depan kita dan nyata yang tidak diberantas,” selorohnya.

APMI kemudian mengajak masyarakat agar jangan pesimis dan sama-sama berinovasi dalam membantu meringankan tugas pemerintah. Selain itu bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sampah.

“Kita punya 3 motto kepada masyarakat, yaitu sampah bukan lagi problem, melainkan peluang; sampah bukan lagi masalah, melainkan berkah; dan sampah bukan dibuang, malainkan dijadikan uang,” pungkasnya.

 

0 thoughts on “Pengelolaan Industri Sampah, APMI: Sampah adalah Peluang dan Membawa Berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Twitter Instagram Linkedin Youtube